Sastra pewayangan menggambarkan bahwa emosi tokoh sebesar Salya mampu memengaruhi mikrokosmos (diri sendiri) dan makrokosmos (alam semesta).
Salya adalah mertua dari Duryudana (pihak Kurawa), tetapi ia sangat mencintai keponakannya, si kembar Nakula dan Sadewa (pihak Pandawa). tetapi ia sangat mencintai keponakannya
Saat amarah Salya memuncak, bukan teriakan yang keluar, melainkan ketegangan batin yang luar biasa. bukan teriakan yang keluar